MGMP merupakan wadah pembinaan profesional bagi guru mata pelajaran di tingkat satuan pendidikan. Sesuai dengan namanya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran, MGMP mestinya menjadi ajang bagi guru mata pelajaran untuk bermusyawarah. Melalui kegiatan MGMP ini, guru mata pelajaran dapat duduk bersama untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas profesional sehari-hari. Melalui forum ini pula, guru mata pelajaran dapat saling berbagi pengalaman dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah terkini dalam usaha peningkatan mutu pembelajaran.
Namun, keberadaan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kendal selama ini belum memenuhi harapan sesuai dengan yang diinginkan. Sebagai sebuah lembaga, MGMP belum dimanfaatkan secara optimal oleh para anggotanya. Hal ini terjadi karena manajemen MGMP yang kurang berfungsi secara optimal; program kegiatan MGMP yang kurang menarik dan kurang signifikan; dana pendukung operasional MGMP yang kurang proporsional; rendahnya dukungan asosiasi profesi terhadap MGMP; dan kurang diberdayakannya eksistensi dan signifikansi MGMP dalam peningkatan mutu pembelajaran yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional.
Continue Reading »
Sphere: Related Content
Posted in Artikel | Tagged Bahasa Indonesia, guru, mata pelajaran, organisasi, profesi | No Comments »
26 April 2008 by bindosmp
Para penggemar pakeliran wayang purwa, pasti sudah tidak asing lagi dengan tokoh Semar. Bersama ketiga anaknya, Gareng, Petruk, dan Bagong, Semar seringkali hadir ketika dunia pakeliran mencapai tahap “gara-gara” alias klimaks yang menandai kacaunya situasi kehidupan di mayapada. Melalui karakternya yang khas dan tersamar, Semar mewakili basis kehidupan “wong cilik” yang seringkali tertindas dan menjadi korban pertarungan kaum elite yang tengah berebut kekuasaan.
Namun, Semar yang tampak adalah wadag kasar Janggan Semarasanta. Semar yang sesungguhnya adalah putra Sang Hyang Wisesa yang diberi anugerah mustika manik astagina yang mempunyai delapan daya (tidak pernah lapar, tidak pernah mengantuk, tidak pernah jatuh cinta, tidak pernah bersedih, tidak pernah merasa capek, tidak pernah menderita sakit, tidak pernah kepanasan, dan tidak pernah kedinginan). Kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun alias kuncung. Semar atau Ismaya juga memiliki beberapa gelar sekaligus, yakni Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, atau Sanghyang Suryakanta. Ia diperintahkan untuk menguasai alam Sunyaruri (alam kosong) dan tidak diperkenankan menguasai manusia di alam dunia.
Continue Reading »
Sphere: Related Content
Posted in Artikel | Tagged elite politik, kekuasaan, rakyat, wayang | No Comments »
25 April 2008 by bindosmp
MASA-MASA yang sarat keterpasungan akibat gaya kekuasaan rezim Orde Baru yang represif dan otoriter telah lewat. 20 Mei 1998 telah dicatat oleh sejarah negeri ini sebagai momentum “mahapenting” di mana seluruh kekuatan reformasi yang digerakkan oleh para mahasiswa berhasil mendobrak sebuah kekuatan tirani yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade. Era reformasi pun menggelinding ke permukaan. Harapan akan lahirnya sebuah iklim demokrasi yang sehat dan dinamis membayang di setiap kepala. Kran demokrasi dibuka lebar-lebar.
Kebebasan berpendapat, berkumpul, dan berserikat mendapatkan ruang dan waklu yang leluasa untuk berekspresi. Demonstrasi dan unjuk rasa menjadi pemandangan rutin sehari-hari di seluruh penjuru tanah air tanpa rasa takut untuk digebug dan dijebloskan ke penjara. Puluhan partai politik bermunculan. Sebanyak 48 partai politik bertafung di tengah-tengah kancah Pemilu 1999 yang dinilai banyak pengamat merupakan Pemilu paling demokratis setelah Pemilu 1955. Para cendekiawan yang selama ini berada di puncak menara gading akademis pun turun gunung, ikut-ikutan meramaikan panasnya pertarungan di atas panggung politik.
Continue Reading »
Sphere: Related Content
Posted in Artikel | Tagged guru, kurikulum, siswa didik | 1 Comment »
25 April 2008 by bindosmp
Seiring dengan dinamika peradaban yang terus bergerak menuju arus globalisasi, bahasa Indonesia dihadapkan pada persoalan yang semakin rumit dan kompleks. Pertama, dalam hakikatnya sebagai bahasa komunikasi, bahasa Indonesia dituntut untuk bersikap luwes dan terbuka terhadap pengaruh asing. Hal ini cukup beralasan, sebab kondisi zaman yang semakin kosmopolit dalam satu pusaran global dan mondial, bahasa Indonesia harus mampu menjalankan peran interaksi yang praktis antara komunikator dan komunikan. Artinya, setiap peristiwa komunikasi yang menggunakan media bahasa Indonesia harus bisa menciptakan suasana interaktif dan kondusif, sehingga mudah dipahami dan terhindar dari kemungkinan salah tafsir.
Kedua, dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia harus tetap mampu menunjukkan jatidirinya sebagai milik bangsa yang beradab dan berbudaya di tengah-tengah pergaulan antarbangsa di dunia. Hal ini sangat penting disadari, sebab modernisasi yang demikian gencar merasuki sendi-sendi kehidupan bangsa dikhawatirkan akan menggerus jatidiri bangsa yang selama ini kita banggakan dan kita agung-agungkan. “Ruh” heroisme, patriotisme, dan nasionalisme yang dulu gencar digelorakan oleh para pendahulu negeri harus tetap menjadi basis moral yang kukuh dan kuat dalam menyikapi berbagai macam bentuk modernisasi di segenap sektor kehidupan. Dengan kata lain, bahasa Indonesia sebagai bagian jatidiri bangsa harus tetap menampakkan kesejatian dan wujud hakikinya di tengah-tengah kuatnya arus modernisasi.
Continue Reading »
Sphere: Related Content
Posted in Artikel | Tagged kaidah, kosakata, linguistik | No Comments »
25 April 2008 by bindosmp
Sebenarnya sudah lama saya ingin membuat blog khusus untuk MGMP Bahasa Indonesia SMP, khususnya Kabupaten Kendal, tempat saya dan rekan-rekan sejawat berbagi dan bersilaturahmi. Namun, lantaran masih banyaknya pekerjaan yang menumpuk *halah sok sibuk* dan masih berkonsentrasi untuk membenahi blog Catatan Sawali Tuhusetya yang masih belum stabil, bahkan sangat boros bandwith, keinginan itu belum juga terwujud.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk kepada rekan-rekan sejawat yang terlibat dalam mengendalikan roda ke-MGMP-an, akhirnya keinginan itu terwujud juga. Dan layanan blog yang kami gunakan adalah bedeng.com yang dibidani kelahirannya oleh Mas Riyogarta.
Mengapa mesti bedeng.com? Jujur saja, di kompleks blogosphere ini banyak layanan blog gratis. Hampir semuanya memiliki kelebihan, baik dalam kapasitas maupun fitur yang disediakan. Namun, pilihan itu jatuh ke bedeng.com dengan pertimbangan adanya kemudahan pengelolaan. Dengan berbasis wordpress MU, blog di bedeng.com mudah dikelola, apalagi dengan memberikan kapasitas layanan yang (nyaris) unlimited sebesar 100 MB. Fitur-fiturnya pun menarik, baik theme, widget, maupun pluginnya. Hal ini tentu saja akan membuat pengelolaan blog MGMP Bahasa Indonesia SMP ini akan menjadi lebih mudah.
Continue Reading »
Sphere: Related Content
Posted in Aktivitas, Keorganisasian | Tagged Bahasa Indonesia, blog, MGMP | 1 Comment »